Last Child


last child adalah band indie yang awal terbentuk nya pada tahun 2006, dan beranggotakan 3 orang, yaitu virgoun teguh, dimas rangga dan ary. mereka menamakan gendre musik mereka adalah progressive punk pop, dan mereka dinaungi dalam fakerecord. seperti band – band lain, mereka pun sempat mengalami perpecahan, tetapi akhir nya ” kita disatukan kembali oleh tuhan”, last child says pada my space nya.

lagu-lagu mereka menurut saya adalah suatu karya yang bagus dan original, dan berdasarkan pengalaman pribadi, karena mereka menciptakan lagu – lagu mereka sendiri. ayo dukung karya musik anak negeri yang berkualitas, jangan lupa gunakan RBT nya yah….

okeh for support them check their myspace

http://www.myspace.com/lclastchild

Kepunahan Satwa

Kepunahan satwa yang terjadi di negeri sendiri seharusnya menjadi keprihatinan warga masyarakat, sadar atau tidak, sudah banyak spesies yg punah dan yang akan segera punah. Apabila kita tidak perduli mungkin 10 thn kemudian, generasi penerus kita tidak akan mengenal harimau Sumatra, badak, dll. Kepunahan terjadi bila tidak ada lagi makhluk hidup dari spesies tersebut yang dapat berkembang biak dan membentuk generasi. Suatu spesies juga disebut fungsional punah bila beberapa anggotanya masih hidup tetapi tidak mampu berkembang biak, misalnya karena sudah tua, atau hanya ada satu jenis kelamin.

Berikut ini akan saya paparkan beberapa penyebab dari kepunahan itu sendiri :

1. Daya Regenerasi Yang Rendah

· Banyak hewan yang butuh waktu lama untuk masuk ke tahap berkembang biak, biasa memiliki satu anak perkelahiran, butuh waktu lama untuk merawat anak, sulit untuk kawin, anaknya sulit untuk bertahan hidup hingga dewasa, dan sebagainya. Hal tersebut menyulitkan spesies yang memiliki daya regenerasi / memiliki keturunan rendah untuk memperbanyak dirinya secara signifikan. Berbeda dengan tikus, ayam, lalat, kelinci, dll yang mudah untuk melakukan regenerasi.

2. Campur Tangan Manusia

· Adanya manusia terkadang menjadi malapetaka bagi keseimbangan makhluk hidup di suatu tempat. Manusia kadang untuk mendapatkan sesuatu yang berharga rela membunuh secara membabi buta tanpa memikirkan regenerasi hewan atau tumbuhan tersebut. Gajah misalnya dibunuhi para pemburu hanya untuk diambil gadingnya, harimau untuk kulitnya, monyet untuk dijadikan binatang peliharaan, dan lain sebagainya.

· Perubahan areal hutan menjadi pemukiman, pertanian dan perkebunan juga menjadi salah satu penyebab percepatan kepunahan spesies tertentu. Mungkin di jakarta jaman dulu terdapat banyak spesies lokal, namun seiring terjadinya perubahan banyak spesies itu hilang atau pindah ke daerah wilayah lain yang lebih aman.

3. Bencana Alam Besar

· Adanya bencana super dahsyat seperti tumbukan meteor seperti yang terjadi ketika jaman dinosaurus memungkinkan banyak spesies yang mati dan punah tanpa ada satu pun yang selamat untuk meneruskan keturunan di bumi. Sama halnya dengan jika habitat spesies tertentu yang hidup di lokasi yang sempit terkena bencana besar seperti bancir, kebakaran, tanah longsor, tsunami, tumbukan meteor, dan lain sebagainya maka kepunahan mungkin tidak akan terelakkan lagi.

4. Didesak Populasi Lain Yang Kuat

· Kompetisi antar predator seperti macan tutul dengan harimau mampu membuat pesaing yang lemah akan terdesak ke wilayah lain atau bahkan bisa mati kelaparan secara masal yang menyebabkan kepunahan.

Sumber : www.organisasi.org , www.wikipedia.com

Yang menjadi penyebab terbesar satwa cepat punah adalah campur tangan manusia, karena sering sekali manusia merusak tempat hidup mereka, hanya untuk membangun perumahan elit, mall – mall dll. Selain membuat satwa menjadi punah, manusia tidak sadar mereka telah membuat bumi semakin rusak. Apabila bumi rusak, dimana lagi tempat kita hidup? Sebaiknya kita sebagai manusia yang cerdas dapat berfikir untuk melestarikan alam, sehingga flora dan fauna juga dapat hidup berdampingan dengan kita. On the spot says : lestarikan bumi kita untuk generasi masa depan. saya merasa sedikit lega dengan ada nya banyak organisasi yang mendukung pelestarian satwa, serta ada nya undang - undang yang mengatur tentang perburuan satwa liar. Semoga semua itu tidak hanya menjadi wacana belaka.

BAB IV


POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

  1. Pengertian politik, strategi dan polstranas

Politik secara etimologis berasal dari bahasa yunani politeia, yang akar katanya adalah polis, berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri, yaitu Negara dan tata, berarti urusan. Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan Negara dan cara melaksanakannya :

  1. Negara

Adalah suatu organisasi dalam satu wilayah yang memiliki kekuasaan tertimggi yang di taati oleh rakyatnya.

  1. Kekuasaanya

Yaitu kemampuan seseorang/kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku orang /kelompok lain sesuai dengan keinginannya.

  1. Pengambilan keputusan

Yaitu aspek utama politik

  1. Kebijakan umum

Merupakan suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang (kelompok politik dalam memlih tujuan itu).

  1. Distribusi

Adalah pembagian dan pengkajian nilai-nilai dalam masyarakat.

Pengertian strategis

Strategis berasal dari bahasa yunani strategi yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasa di gunakan dalam berperang.

Politik dan strategi nasional

Definisi politik nasional adalah asas, haluan, usaha, serta kebijaksanaan Negara tentang pembinaan serta penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasiona. Starategi nasional disusun untuk pelaksanaan politik nasional.

  1. Dasar pemikiran penyusunan politik dan strategi nasional.

Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam system manajemen nasional yang berlandaskan ideology pancasila, UUD 1945, wawasan nusantara, dan ketahanan nasional.

  1. Penyusunan politik dan strategi nasional
  2. Stratifikasi politik nasional

· Tingkat penentu kebijakan puncak

· Tingkat kebijakan umum

Merupaka tingkat kebijakan dibawah tingkat kebijakan puncak, yang lingkupnya juga menyeluruh nasional dan berupa penggarisan mengenai masalah-masalah makro strategis guna mencapai idaman nasional dalam situasi kondisi tertentu.

· Tingkat penentu kebijakan khusus

· Tingkat penentu kebijakan teknis

· Kekuasaan pembuatan aturan di daerah

  1. Politik pembangunan nasional dan manajemen nasional

· Makna pembangunan nasional

Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan perkembangan secara global.

· Manajemen nasional

Merupakan sebuah system, lebih tepat nya “system manajemen nasional”. Orientasinya adalah pada penemuan dan pengidentifikasian factor-faktor starategis secara menyeluruh dan terpadu.

  1. Otonomi daerah

UU no 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah yang merupakan salah satu wujud politik dan strategi nasional secara teoritis telah memberika dua bentuk otonomi kepada dua daerah, yaitu otonomi terbatasa pada daerah propinsi dan otonomi luas bagi daerah kabupaten/kota.

  1. Kewenangan daerah
  2. Implementasi politik dan strategi nasional yang mencakup bidang-bidang pembangunan nasional

BAB 3 KEWARGANEGARAAN


KETAHANAN NASIONAL

  1. Latar belakang

Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan ketahanan nasional yang didasari oleh landasan idil pancasila, landasan konstitusional UUD 1945 dan landasan visional wawasan nusantara.

  1. Pokok – pokok pikiran

Bangsa Indonesia memerlukan keuletan dan ketangguhan untuk mengembangkan kekuatan nasional yang disebut ketahanan nasional yang didasarkan pada pokok – pokok pikiran berikut:

  1. Manusia berbudaya
  2. Tujuan nasional , falsafah bangsa, dan ideology Negara.
  1. Pengertian ketahanan nasional Indonesia

Ketahanan nasional Indonesia adalah kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan.

  1. Pengertian konsepsi ketahanan nasional Indonesia.

Konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras.

  1. Hakikat tannas dan konsepsi tannas Indonesia
  2. Asas- asas tannas Indonesia

Asas ketahanan Indonesia adalah tata laku berdasarkan nilai – nilai pancasila, UUD 1945 dan wawasan nusantara yang terdiri dari:

1. Asas kesejahteraan dan keamanan

2. Asas komperhensif integral atau menyeluruh

3. Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar

4. Asas kekluargaan

  1. Sifat ketahanan nasional Indonesia

1. Mandiri

2. Dinamis

3. Wibawa

4. Konsultasi dan kerjasama

  1. Pengaruh aspek ketahanan nasional terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

1. Pengaruh aspek ideology

· Ideology dunia

a. Liberalism

b. Komunisme

c. Paham agama

· Ideology pancasila

· Ketahanan pada aspek ideology

2. Pengaruh aspek politik

3. Pengaruh aspek ekonomi

4. Pengaruh aspek sosbud

5. Pengaruh aspek pertahanan dan keamanan

BAB 2 KEWARGANEGARAAN

WAWASAN NUSANTARA

Kata wawasan berasal dari wawas(bahasa jawa) yang artinya melihat atau memandang. Dengan penambahan akhiran –an kata ini secara harafiah berarti cara penglihatan atau cara tinjau, atau cara pandang.

Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan, satu bangsa perlu memperhatikan 3 pikiran utama:

1. Bumi atau ruang dimana bangsa itu hidup

2. Jiwa, tekad, dan semangat manusia nya/ rakyatnya

3. Lingkungan sekitar.

Dengan demikian wawasan nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara Tentang diri dan lingkungan nya, dalam eksistensi nya yang serba terhubung dan dalam pembangunannya di lingkungan nasional, regional, serta global.

B. TEORI – TEORI KEKUASAAN

1. Teori – teori yang dapat mendukung rumusan wawsan nasional antara lain:

a. * Paham Machiavelli

b. *Paham kaisar napoleon Bonaparte

c. *Paham jendral Clausewitz

d. *Paham feurbach dan hegel

e. *Paham lenin

f. *Paham Lucian w.pye dan Sidney.

2. Teori – teori geopolitik.

Geopolitik berasal dari kata “geo” atau bumi dan politik yang berarti kekuatan yang didasarkan pada pertimbangan – pertimbangan dasar dalam menentukan alternative kebijakan nasional untuk mewujudkan tujuan nasional.

C. Ajaran wawasan nasional Indonesia

Wawasan nasional Indonesia adalah wawasan yang dikembangkan berdasarkan teori wawasan nasional secara universal.

  1. Paham kekuasaan bangsa Indonesia
  2. Geopolitik Indonesia
  3. Dasar pemikiran wawasan nasional Indonesia

a. Latar belakang pemikiran berdasarkan falsafah pancasila

b. Latar belakang pemikiran berdasarkan aspek kewilayahan nusantara

c. Latar belakang pemikiran aspek social budaya Indonesia

d. Latar belakang pemikiran aspek kesejahteraan Indonesia.

D. Latar belakang filosofis wawasan nusantara

1. Pemikiran berdasarkan falsafah pancasila

2. pemikiran berdasarkan aspek kewilayahan

3. pemikiran berdasarkan aspek social budaya

4. pemikiran berdasarkan aspek kesejaarahan

E. Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan nasional.

1. Pengantar implementasi wawasan nusantara

2. pengertian wawasan nusantara

F. Ajaran dasar wawasan nusantara

1. Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional Indonesia

2. Landasan idil: pancasila

3. Landasan konstitusional : UUD 1945

G. Unsur dasar konsepsi wawasan nusantara

I. Asas wawasan nusantara

J. Arah pandang

1. Arah pandang ke dalam

2. Arah pandang keluar

K. Kedudukan, fungsi, dan tujuan.

1. kedudukan

a. wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia

b. wawasan nusantara dalam paradigm nasional

2. Fungsi

3. Tujuan

L. Sasaran implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan nasional

M. Pemasyarakatan/ sosialisasi wawasan nusantara

N. Tantangan implementasi wawasan nusantara

O. Prospek implementasi wawasan nusantara

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN


BAB I

A. Latar belakang pendidikan kewarga negaraan dan kompetensi yg diharapkan.

1.Latar belakang pendidikan kewarganegaraan.

Semangat perjuangan bangsa merupakan kekuatan mental spiritual yg dapat melahirkan sikap dan perilaku heroic dan patroik serta menumbuhkan kekuatan, kesanggupan, dan kemauan yang luar biasa. semangat perjuangan bangsa telah mengalami penurunan pada titik yang kritis. Hal ini disebabkan anatar lain oleh pengaruh globalisasi.

2. kompetensi yang diharapkan dari pendidikan kewarganegaraan.

a. hakikat pendidikan

b.kemampuan warga Negara

c. menumbuhkan wawasan warga Negara

d. dasar pemikiran pendidikan kewarganegaraan

e. kompetensi yang diharapkan

B. Pemahaman tentang bangsa, Negara, hak dan kewajiban warga Negara, hubungan warga Negara dengan Negara atas dasar demokrasi, hak asasi manusia (HAM) dan bela Negara.

1. Pengertian Bangsa

Bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan wilayah tertentu.

Pengertian dan pemahaman Negara

Negara adalah organisasi atau kelompok manusia yg sama – sama mendiami wilayah tertentu dan mengakui ada nya satu pemerintahan.

Unsur Negara dapat bersifat konstitiutif dan deklaratif.

Bentuk Negara, sebuah Negara dapat berbentuk kesatuan atau serikat.

2. Negara dan warga Negara dalam system kenegaraan di Indonesia.

3. Proses bangsa yang menegara.

4. Pemahaman hak dan kewajiban warga Negara.

5. Hubungan warga Negara dan Negara.

6. Pemahaman tentang demokrasi.

Demokrasi adalah sebuah bentuk kekuasaan dari/oleh/untuk rakyat.

SIKLUS HIDUP SISTEM


SIKLUS HIDUP SISTEM

Siklus hidup sistem (system life cycle – SLC) adalah proses evolusioner yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informasi berbasis komputer. SLC sering disebut dengan pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem. Dilakukan dengan strategi Top-Down Design.

Tahapan dari siklus hidup sistem yaitu :

    1. Tahap Perencanaan
    2. Tahap Analisis
    3. Tahap Rancangan
    4. Tahap Penerapan
    5. Tahap Penggunaan

TAHAP PERENCANAAN

Keuntungan dari merencanakan proyek CBIS, yaitu :

· Menentukan lingkup dari proyek

Unit organisasi, kegiatan atau sistem manakah yang terlibat dan mana yang tidak ? Hal tersebut akan memberikan perkiraan awal dari skala sumber daya yang diperlukan.

· Mengenali berbagai area permasalahan potensial

Akan menunjukkan hal-hal yang mungkin tidak berjalan dengan semestinya, sehingga hal tersebut dapat dicegah.

· Mengatur urutan tugas

Banyak tugas-tugas terpisah yang diperlukan untuk mencapai sistem. Tugas tersebut diatur dalam urutan logis berdasarkan prioritas informasi dan kebutuhan agar efisien.

· Memberikan dasar untuk pengendalian

Tingkat kinerja metode pengukuran tertentuharus dispesifikasikan sejak awal.

TAHAP ANALISIS

Ketika perencanaan selesai dan mekanisme pengendalian telah berjalan, tim proyek beralih pada analisis sistem yang telah ada. Analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau diperbarui.

Adapun tahapannya yaitu :

1. Mengumumkan Penelitian Sistem

Manajer khawatir terhadap penerapan aplikasi komputer baru yang mempengaruhi kerja para pegawainya. Sehingga perlu dikomunikasikan kepada para pegawai tentang :

a. alasan perusahaan melaksanakan proyek

b. bagaimana sistem baru akan menguntungkan perusahaan dan pegawai.

2. Mengorganisasikan Tim Proyek

Tim proyek yang akan melakukan penelitian sistem dikumpulkan. Agar proyek berhasil, pemakai sangat perlu berperan aktif daripada berperan pasif. Banyak perusahaan mempunyai kebijakan menjadikan pemakai sebagai pemimpin proyek dan bukannya spesialis informasi.

3. Mendefinisikan Kebutuhan Informasi

Analis mempelajari kebutuhan informasi pemakai dengan terlibat dalam berbagai kegiatan pengumpulan informasi (wawancara, pemgamatan, pencarian catatan, dan survei). Dari semua metode tersebut, wawancara perorangan lebih disukai, dengan alasan :

· Menyediakan komunikasi dua arah dan pengamatan terhadap bahasa tubuh.

· Dapat meningkatkan antusiasme pada proyek baik dari pihak spesialis maupun pihak pemakai.

· Dapat menjalin kepercayaan antara pemakai dan spesialis informasi.

· Memberi kesempatan bagi peserta proyek untuk mengungkapan pandangan yang berbeda bahkan bertentangan.

4. Mendefinisikan Kriteria Kinerja Sistem

Langkah selanjutnya adalah menspesifikasikan secara tepat apa yang harus dicapai oleh sistem, yaitu kriteria kinerja sistem. Misalkan,

· Laporan harus disiapkan dalam bentuk salinan kertas dan tampilan komputer;

· Laporan harus tersedia tidak lebih dari 3 hari setelah akhir bulan;

· Laporan harus membandingkan pendapatan dan biaya actual dengan anggarannya baik untuk bulan lalu maupun sepanjang tahun hingga sekarang (year to date).

5. Menyiapkan Usulan Rancangan

Analis sistem memberikan kesempatan bagi manajer untuk membuat keputusan teruskan atau hentikan untuk kedua kalinya. Dalam hal ini manajer harus menyetujui tahap rancangan dan kungan bagi keputusan tersebut termasuk di dalam usulan rancangan.

6. Menerima atau Menolak Proyek Rancangan

Manajer dan komite pengarah SIM mengevaluasi usulan rancangan dan menentukan apakah akan memberikan persetujuan atau tidak. Dalam beberapa kasus, tim mungkin diminta melakukan analisis lain dan menyerahkannya kembali atau mungkin proyek ditinggalkan. Jika disetujui, proyek maju ke tahap rancangan.

TAHAP PERANCANGAN

Rancangan sistem adalah penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem baru. Jika sistem itu berbasis komputer, rancangan dapat menyertakan spesifikasi jenis peralatann yang akan digunakan. Langkah-langkah tahapan rancangan yaitu :

1. Menyiapkan rancangan sistem yang terinci

Analis bekerja sama dengan pemakai dan mendokumentasikan rancangan sistem baru dengan alat-alat yang dijelaskan dalam modul teknis. Beberapa alat memudahkan analis untuk menyiapkan dokumentasi secara top-down, dimulai dengan gambaran besar dan secara bertahap mengarah lebih rinci. Pendekatan top-down ini merupakan ciri rancangan terstruktur (structured design), yaitu rancangan bergerak dari tingkat sistem ke tingkat subsistem. Alat-alat dokumentasi yang popular yaitu diagram arus data (data flow diagram), diagram hubungan entitas (entity relationship duagram), kamus data (data dictionary), flowchart, model hubungan objek, dan spesifikasi kelas.

2. Mengidentifikasi berbagai alternatif konfigurasi sistem

Analis mengidentifikasi konfigurasi – bukan merek atau model – peralatan komputer yang akan memberikan hasil yang terbaik bagi sistem dalam menyelesaikan pemrosesan. Identifikasi merupakan suatu proses berurutan, dimulai dengan berbagai kombinasi yang dapat menyelesaikan setiap tugas.

3. Mengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi sistem

Analis bekerja sama dengan manajer mengevaluasi berbagai alternatif. Alternatif yang dipilih adalah yang paling memungkinkan subsistem memenuhi kriteria kinerja, dengan kendala-kendala yang ada.

4. Mimilih konfigurasi terbaik

Analis mengevaluasi semua konfigurasi subsistem dan menyesuaikan kombinasi peralatan sehingga semua subsistem menjadi satu konfigurasi tunggal. Setelah selesai, analis membuat rekomendasi kepada manajer untuk disetujui. Bila manajer menyetujui konfigurasi tersebut, persetujuan selanjutnya dilakukan oleh SC MIS.

5. Menyiapkan usulan penerapan

Analis menyiapkan usulan penerapan (implementation proposal) yang mengikhtisarkan tugas-tugas penerapan yang harus dilakukan, keuntungan yang diharapkan, dan biayanya.

6. Menyetujui atau menolak penerapan sistem

Keputusan untuk terus pada tahap penerapan sangatlah penting, karena usaha ini akan sangat meningkatkan jumlah orang yang telibat. Jika keuntungan yang diharapkan dari sistem melebihi biayanya, maka penerapan akan disetujui.

TAHAP PENERAPAN

Penerapan merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumber daya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja. Adapun tahapannya yaitu :

1. Merencanakan penerapan;

Manajer dan spesialis informasi harus memahami dengan baik pekerjaan yang diperlukan untuk menerapkan rancangan sistem dan untuk mengembangkan rencana penerapan yang sangat rinci.

2. Mengumumkan penerapan;

Proyek penerapan diumumkan kepada para pegawai dengan cara yang sama pada penelitian sistem. Tujuannya adalah untuk menginformasikan kepada para pegawai mengenai keputusan untuk menerapkan sistem baru dan meminta kerjasama mereka.

3. Mendapatkan sumber daya perangkat keras;

Rancangan sistem disediakan bagi para pemasok berbagai jenis perangkat keras yang terdapat pada konfigurasi sistem yang disetujui. Setiap pemasok diberikan request for proposal (RFP), yang berisi antara lain :

a. Surat yang ditransmisikan

b. Tujuan dan kendala sistem

c. Rancangan sistem : deskripsi ringkasan, kriteria kerja, konfigurasi peralatan, dokumentasi sistem ringkasan, perkiraan volume transaksi, perkiraan ukuran file.

d. Jadual pemasangan

Selanjutnya mereka membuat usulan tertulis, bagaimana peralatan yang diusulkan akan membuat sistem mencapai kriteria kinerjanya. Ketika semua usulan telah diterima dan dianalisis, SC MIS memilih satu pemasok atau lebih. Spesialis informasi memberi dukungan bagi keputusn tersebut dengan mempelajari usulan dan membuat rekomendasi. Setelah disetujui, perusahaan melakukan pemesanan.

4. Mendapatkan sumber daya perangkat lunak;

Ketika perusahaan memutuskan untuk menciptakan sendiri perangkat lunak aplikasinya, programmer menggunakan dokumentasi yang disiapkan oleh analis sistem sebagai titik awal. Programmer dapat menyiapkan dokumentasi yang lebih rinci seperti flowchart atau bahasa semu (psedudo code) yang terstruktur, dilakukan pengkodean, dan pengujian program. Hasil akhirnya adalah software library dari program aplikasi. Jika peangkat lunak aplikasi jadi (prewritten application software) dibeli, pemilihan pemasok perangkat lunak dapat mengikuti prosedur yang sama seperti yang digunakan untuk memilih pemasok perangkat keras, yaitu RFP dan Usulan.

5. Menyiapkan database;

Pengelola database (database administrator – DBA) bertanggung jawab untuks emua kegiatan ynag berhubungan dengan data, dan mencakup persiapan database. Hal tersebut memerlukan pengumpulan data baru atau data yang telah ada perlu dibentuk kembali sehingga sesuai dengan rancangan sistem baru dan menggunakan sistem manajemen basis data (database management sistem – DBMS).

6. Menyiapkan fasilitas fisik;

Jika perangkat keras dan sistem baru tidak sesuai dengan fasilitas yang ada, perlu dilakukan konstruksi baru atau perombakan. Sehingga pembangunan fasilitas tersebut merupakan tugas berat dan harus dijadualkan sehingga sesuai dengan keseluruhan rencana proyek.

7. Mendidik peserta dan pemakai;

Sistem baru kemungkinan besar akan mempengaruhi banyak orang. Beberapa orang akan membuat sistem bekerja. Mereka disebut dengan peserta, yang meliputi operator entry data, pegawai coding, dan pegawai administrasi lainnya. Semuanya harus dididik tentang peran mereka dalam sistem. Pendidikan harus dijadualkan jauh setelah siklus hidup dimulai, tepat sebelum bahan-bahan yang dipelajari mulai diterapkan.

8. Menyiapkan usulan cutover;

Proses menghentikan penggunaan sistem lama dan memulai menggunakan sistem baru disebut cutover. Ketika seluruh pekerjaan pengembangan hampir selesai , tim proyek merekomendasikan kepada manajer agar dilaksanakan cutover (dalam memo atau laporan lisan)

9. Menyetujui atau menolak masuk ke sistem baru;

Manajer dan SC MIS menelaah status proyek dan menyetujui atau menolak rekomendasi tersebut. Bila manajemen menyetujui maka manajemen menentukan tanggal cutover. Namun, bila manajemen menolak maka manajemen menentukan tindakan yang harus diambil dan tugas yang harus diselesaikan sebelum cutover akan dipertimbangkan kembali, kemudian manajemen menjadualkan tanggal baru.

10. Masuk ke sistem baru.

Ada 4 pendekatan dasar (cutover), yaitu :

e. Percontohan (pilot) yaitu suatu sistem percobaan yang diterapkan dalam satu subset dari keseluruhan operasi.

f. Serentak (immediate) merupakan pendekatan yang paling sederhana yakni beralih dari sistem lama ke sistem baru pada saat yang ditentukan.

g. Bertahap (phased), sistem baru digunakan berdasarkan bagian per bagian pada suatu waktu.

h. Paralel (parallel), mengharuskan sistem lama dipertahankan sampai sistem baru telah diperiksa secara menyeluruh. Akan memberikan pengamanan yang paling baik terhadap kegagalan tetapi yang paling mahal, karena kedua sumber daya harus dipertahankan.

Cutover menandakan berakhirnya bagian pengembangan dari siklus hidup sistem. Penggunaan sistem dapat dimulai sekarang.

TAHAP PENGGUNAAN

Tahap penggunaan terdiri dari 5 langkah, yaitu :

1. Menggunakan sistem

Pemakai menggunakan sistem untuk mencapai tujuan yang diidentifikasikan pada tahap perencanaan.

2. Audit sistem

Setelah sistem baru mapan, penelitian formal dilakukan untuk menentukan seberapa baik sistem baru itu memenuhi kriteria kinerja. Studi tersebut dikenal dengan istilah penelaahan setelah penerapan (post implementation review). Hasil audit dilaporkan kepada CIO, SC MIS dan pemakai. Proses tersebut diulangi, mungkin setahun sekali, selama penggunaan sistem berlanjut.

3. Memelihara sistem

Selama manajer menggunakan sistem, berbagai modifikasi dibuat sehingga sistem terus memberikan dukungan yang diperlukan. Modifikasinya disebut pemeliharaan sistem (sistem maintenance). Pemeliharaan sistem dilaksakan untuk 3 alasan, yakni :

a. Memperbaiki kesalahan

b. Menjaga kemutakhiran sistem

c. Meningkatkan sistem

4. Menyiapkan usulan rekayasa ulang

Ketika sudah jelas bagi para pemakai dan spesialis informasi bahwa sistem tersebut tidak dapat lagi digunakan, diusulkan kepada SC MIS bahwa sistem itu perlu direkayasa ulang (reengineered). Usulan itu dapat berbentuk memo atau laporan yang mencakup dukungan untuk beralih pada suatu siklus hidup sistem baru. Dukungan tersebut mencakup penjelasan tentang kelemahan inheren sistem, statistik mengenai biaya perawatan, dan lain-lain.

5. Menyetujui atau menolak rekayasa ulang sistem

Manajer dan komite pengarah SIM mengevaluasi usulan rekayasa ulang sistem dan menentukan apakah akan memberikan persetujuan atau tidak.


  1. Pada titik mana dalam SLC manajer memiliki kesempatan membuat keputusan teruskan / hentikan?

Jawab :

Yaitu pada titik “Menyetujui atau menolak proyek penelitian “ , yang termasuk dalam langkah - langkah Tahap Perencanaan.

Disini Manajer dan komite pengarah menimbang pro dan kontra proyek dan rancangan sistem yang diusulkan, serta menentukan apakah perlu diteruskan à keputusan teruskan / hentikan. Pertimbangan penting yang perlu dilakukan yaitu :

a. Akankah sistem yang diusulkan dapat mencapai tujuannya ?

b. Apakah penelitian proyek yang diusulkan merupakan cara terbaik untuk melakukan analisis sistem ?

Jika keputusannya adalah teruskan maka proyek akan berlanjut ke tahap penelitian (analisis). Namun, jika keputusannya hentikan maka semua pihak mengalihkan perhatiannya ke masalah-masalah lain.

  1. Jelaskan hubungan antara tujuan Sistem & Kriteria kinerja?

Jawab:

Tujuan Sistem ditetapkan dalam Tahap Perencanaan, Manajer dan analis sistem mengembangkan suatu daftar tujuan sistem yang harus dipenuhi oleh sistem untuk memuaskan pemakai. Sehingga tujuan hanya dinyatakan secara umum, yang nantinya akan dibuat lebih spesifik.

Sedangkan Kriteria kinerja dalam Tahap Analisis, dalam Kriteria kinerja dibentuk laporan yang meliputi perbandingan pendapatan dan biaya actual dengan anggarannya baik untuk bulan lalu maupun sepanjang tahun hingga sekarang (year to date). Sehingga jika analisis dari Kriteria kinerja tidak sesuai maka tujuan system tidak akan tercapai.





Copyright 2009 it's me.... All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy